Pembodohan Sejarah Dan Menggugat Sejarah Indonesia Dijajah 350 Tahun

Seluruh rakyat Indonesia di sekolah membaca buku-buku Sejarah Nusantara selama berpuluh- puluh tahun. Padahal, faktanya, buku- buku tersebut memuat data-data yang salah, banyak yang masih dari sudut pandang penjajah dan merupakan peninggalan penjajah yang berorientasi ke barat. Ini merupakan pembodohan sejarah. Demikian pula dengan “Sejarah Indonesia” yang memberikan informasi mengenai sejarah Indonesia yang kurang lengkap dan akurat. Apalagi sejarah yang terjadi setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Akan tetapi, bukan hanya penulisan sejarah yang salah, melainkan pemahaman dan pengetahuan mengenai sejarah pun sangat minim dan salah. Jepang menjajah Indonesia 3,5 tahun. Belanda menjajah Indonesia 3,5 abad. Demikianlah pembodohan sejarah menjadi pemikiran hampir semua rakyat Indonesia sampai saat ini. Namun, tidak pernah dijelaskan secara rinci sehubungan dengan masa penjajahan Belanda 3,5 abad. Kapan dimulainya dan kapan berakhirnya tidak diketahui secara jelas.

sejarah nusantara

Rakyat biasalah yang berpendapat bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun. Bahkan pendapat seperti ini masih dipegang oleh beberapa (mungkin semua) paar elit pemimpin negara dan menteri sekalipun sampai sekarang. Sebagaimana diucapkan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Pendapat yang sama juga diutarakan oleh Sudirman Said, Menteri ESDM, pada 4 Mei 2015 ketika meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Bantul. Tidak menutup kemungkinan semua pimpinan nasional berpendapat sama akan pembodohan sejarah ini. Adalah Gubernur Jenderal India-Belanda ke 63, Bonifacius Cornelis de Jonge, yang menjabat gubernur dari tanggal 12 September1931 hingga 16 September1936. Tahun 1935, ia mengatakan bahwa jika ia sedang berbicara dengan para nasionalis, ia selalu memulainya dengan kalimat: “Kami Belanda di sini telah 300 tahun dan kami akan tinggal minimal 300 tahun lagi. Kemudian kita dapat bicara.”

Dikenal kata-kata bijak di Belanda , yakni “Hoogmoed komt voor de val” yang artinya adalah Keangkuhan datang menjelang kejatuhan. JonkheerAlidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, gubernur Jenderal ke 64, merupakan penguasa dari Belanda di India Belanda yang terakhir. Setelah Jepang mengambil kekuasaan pemerintahan India Belanda pada 9 Maret 1942, ia kemudian ditahan di Kamp di Hsien yang sekarang bernama Liaoyuan di Mancuria. Dan akhirnya, setelah Jepang menyerah kepada sekutu, ia pun dibebaskan pada 16 Agustus 1945.

penjajahan di bumi pertiwi

Kapan kalimat Bonifacius de Jonge tersebut mulai digunakan oleh para pemimpin Indonesia tidak diketahui dengan pasti. Kalimat tersebut kemudian menjadi slogan yang konon untuk membangkitkan semangat, kemarahan, dan emosi rakyat Indonesia. Siapa yang memulai pembodohan sejarah dengan angka 350 tahun juga tidak diketahui bagaimana perhitungannya. Pada awal abda 20, Belanda belum sepenuhnya menguasai Nusantara. Tahun 1904, Kesultanan Aceh baru jatuh. Tahun 1906, Kerajaan Badung Bali runtuh dan berakhir dengan Puputan Badung. Tahun 1907, Kerajaan Batak jatuh dengan tewasnya Sisingamangaraja XII. Dan, tahun 1908, Kerajaan Klungkung di Bali berakhir dengan Puputan Klungkung.

Seandainya Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun adalah hal yang benar adanya, ini sangat memalukan, bukan? Bahwasannya wilayah Nusantara yang belasan kali lipat dari Belanda bisa dijajah oleh Negara Belanda yang sangat kecil. Ditambah, penduduk Nusantara yang lebih dari 15 kali lipat jumlahnya dari penduduk Belanda. Hal ini malah sering dijadikan bahan olok- olok oleh orang Indonesia yang tak memiliki rasa nasionalisme atau pro Belanda. Karena itu, kalimat tersebut menjadi bumerang untuk Indonesia sendiri. Itulah pembodohan sejarah yang tidak rakyat Indonesia sadari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *