Candi Prambanan dengan Legenda Yang Misterius

candi prambanan

Terkecuali Candi Borobudur, Candi Prambanan juga merupakan satu diantara candi yang populer di Indonesia. Bagaimanakah semula kehadiran candi yang mempunyai legenda menarik itu?

Candi Prambanan merupakan suatu candi yang terdapat di Jama Tengah serta di bangun untuk Trimurti, Brahma, Wisnu, serta Siwa. Candi Prambanan baru diawali pelaksanaannya pada era ke-9.

Pencarian Saat Lalu Candi Prambanan
Candi yang terkadang juga dimaksud candi Rara Jonggrang itu yaitu candi yang dibikin oleh penganut agama Hindu untuk menghormati Brahma jadi dewa pencipta, Wisnu jadi penjaga, serta Siwa jadi penghancur. Tempat candi itu terdapat 17 km dari Yogyakarta, kira-kira ada di perbatasan daerah Jawa Tengah juga Yogyakarta.

Nama Prambanan, seperti beberapa nama candi yang lain merupakan nama moderen yang di ambil dari nama desa paling dekat yakni desa Prambanan. Ada peluang kalau nama itu merupakan bentuk lidah lokal menyebutkan “Para Brahman”.

Ada pula yang menyimpulkan kalau Prambanan berakar dari beberapa kata (e) mban yang bermakna membawa pekerjaan, mencerminkan sebagian peranan yang dimainkan oleh beberapa Dewa didunia itu atau pekerjaan yang perlu dikerjakan oleh orang-orang desa berkenaan dengan candi itu.

Legenda Di balik Histori Candi Prambanan Yang Terkenal

Histori candi Prambanan baru mulai tercatat saat Rakai Pakatan bangun candi pertama di ruang ini pada th. 850 jadi jawaban atas dibuatnya Candi Borobudur oleh dinasti Syailendra serta candi Sewu yang berada di dekatnya. Pakar histori memiliki pendapat kalau pembangunan candi Prambanan ditujukan jadi sinyal kebangkitan dinasti Hindu Sanjaya di Jawa Tengah sesudah dominasi dinasti Buddha Syailendra sepanjang nyaris satu era.

Perjuangan Rakai Pakatan bangun candi pertama lalu selalu di kembangkan serta di bangun oleh raja Lokapala serta Balitung Maha Sambu yang waktu ini jadi raja di Mataram. Menurut prasasti Shivagrha pada th. 856, candi itu di bangun untuk menghormati Dewa Siwa serta nama aslinya yaitu Shivagrha yang bermakna “rumah Shiva”.

Merujuk pada prasasti Shivagrha juga, di ketahui kalau ada suatu project besar untuk merubah aliran sungai di dekat candi itu, di mana sungai yang diidentifikasi jadi sungai Opak sekarang mengalir dari utara menuju selatan pas di bagian barat candi Prambanan. Awalannya, tutur beberapa pakar histori, sungai itu mengalir lebih jauh ke timur serta dinilai terlampau dekat dengan candi paling utama.

Raja-raja Mataram setelah itu seperti Daksa serta Tulodong senantiasa berupaya untuk meneruskan pengembangan Candi Prambanan lewat cara selalu memperlebar ruang candi misalnya dengan memberikan beberapa ratus candi perwara di seputar candi paling utama. Prambanan juga berperan jadi candi kerajaan Mataram, dimana nyaris semua upacara keagamaan serta pengorbanan diselenggarakan di candi itu. Pada saat keemasan kerajaan Mataram, banyak yang berestimasi kalau beberapa ratus Brahma bersama dengan murid mereka tinggal pada dinding terluar ruang candi.

Pada th. 930, Mpu Sendok mengubahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur serta membangun dinasti Isyana. Ada dua pendapat tidak sama perihal perpindahan itu, yang pertama yaitu erupsi gunung Merapi di utara Prambanan serta satu sekali lagi yaitu persaingan perebutan kekuasaan. Yang tentu, perpindahan itu mengakibatkan kemunduran candi Prambanan, yang membawa pada terbengkalainya candi ini.

Pada th. ke-16 juga berlangsung suatu gempa bumi yang nyaris meruntuhkan semua candi. Walau candi itu telah berhenti jadi pusat pemujaan, sebagian bekas candi yang menyebar di ruang sekelilingnya tetap dikenali oleh orang-orang.

Penemuan sebagian bekas candi serta patung-patungnya merubah Prambanan jadi suatu narasi rakyat perihal Roro Jonggrang di mana candi Prambanan disebutkan dibikin oleh Bandung Bondowoso dengan iblis jadi anak buahnya.

Baru pada era ke-19 lah candi itu menarik perhatian dunia internasional. Pada th. 1811, Colin Mackenzie, seseorang surveyor di bawah komandan Thomas Stamford Raffles tak berniat mendatangi candi itu. Walau Sir Thomas memerintahkan anak buahnya untuk membuat survey penuh bakal reruntuhan candi ini, tetap harus candi-candi yang tadi tidak terurus sepanjang beratus-ratus tahun.

Lantaran ekskavasi arkeolog yang beberapa 1/2 pada th. 1880, beberapa orang Belanda serta orang-orang seputar yang ambil sebagian material dari candi untuk oleh-oleh atau jadi bahan konstruksi. Pada akhirnya, pada th. 1918 pihak Belanda mulai lakukan rekonstruksi pada sebagian bekas reruntuhan serta restorasi keseluruhan baru diawali pada th. 1930 sampai hari itu.

Legenda Roro Jonggrang

Penciptaan legenda Roro Jonggrang tak dapat dipisahkan dengan satu diantara titik dalam histori candi Prambanan di mana berlangsung gempa yang sangat besar serta meluluhlantakkan candi-candi itu. Legenda ini dapat jadi pengait pada candi-candi itu dengan Kraton Ratu Boko.

Legenda itu diawali dengan Pangeran Bandung Bondowoso yang jatuh hati pada Roro Jonggrang, putri dari Raja Boko. Bandung Bondowoso lalu membunuh Raja Boko serta kuasai kerajaannya cuma supaya ia dapat menikah dengan Roro Jonggrang yang lalu menampik lamaran itu lantaran hal yang dikerjakannya.

Meskipun demikian, ia masih bersikeras menikah dengan Roro Jonggrang yang memaksa putri terima lamarannya. Roro Jonggrang, saat sebelum berlangsung pernikahan, mengambil keputusan satu kriteria di mana Bandung Bondowoso mesti membuatkannya 1000 candi pada sebuah malam.

Bandung Bondowoso terima tantangan itu serta mengawali meditasinya saat malam ini. Saat tengah bermeditasi, ia menyebut beberapa ratus arwah, jin, serta iblis yang berada di Bumi. Dengan pertolongan pasukan supranaturalnya, ia sukses bangun 999 candi.

Saat mengawali konstruksi candi ke-1000, Roro Jonggrang bangunkan semua pembantu kerajaan serta memerintahkan gadis-gadis desa untuk mulai menumbuk padi serta menyalakan api dibagian timur candi untuk mengelabui Bandung Bondowoso serta pasukan-pasukan supranaturalnya. Gagasan Roro Jonggrang diperhalus dengan bangunnya ayam-ayam di

mana mereka mulai berkokok lantaran tertipu oleh nada aktivitas pada pagi hari serta sinar “matahari”, mengakibatkan pasukan-pasukan iblisnya melarikan diri.

Sesudah tahu trick licik Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso geram mengagumkan serta mengutuk Roro Jonggrang jadi batu. Patung Roro Jonggrang berikut yang lalu jadi patung ke-1000. Legenda Roro Jonggrang itu selalu hidup jadi histori candi Prambanan untuk orang-orang yang suka pada narasi rakyat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *